post image

Semangat Tak Kenal Usia, Ghoni Kejar Ilmu Hukum di Tengah Jejak Sejarah

JAKARTA,  Usia bukan alasan untuk berhenti belajar.Prinsip itulah yang kembali diwujudkan Drs. Ahmad Fathul Ghoni, atau akrab disapa Ghoni, dengan melangkahkan kaki ke bangku kuliah untuk menekuni ilmu hukum.Senin, 7 September 2026, menjadi bagian dari perjalanan baru Ghoni.Ia berada di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Litigasi, kawasan Jalan Percetakan Negara, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Di tengah aktivitas perkuliahan dan hiruk-pikuk masyarakat, Ghoni memilih kembali menjadi seorang pembelajar. Ia tercatat sebagai mahasiswa angkatan ke-38 dan bertekad memperdalam pengetahuan di bidang hukum.

Ahmad Fathul Ghoni, pendidikan bukan sekadar mengejar gelar. Ada pengetahuan dan pengalaman yang ingin ia dapatkan untuk kemudian memberikan manfaat lebih luas.“Pendidikan itu lebih penting sampai kapan pun. Menimba ilmu tidak ada terlambatnya di saat kita mau belajar,” ujar Ahmad Fathul Ghoni.

Semangat tersebut menjadi pesan bahwa kesempatan untuk belajar tidak berhenti ketika seseorang melewati usia tertentu. Selama masih memiliki kemauan, pintu pendidikan tetap terbuka.

Ahmad Fathul Ghoni pun berharap proses pendidikannya dapat berjalan lancar dan ilmu hukum yang dipelajarinya kelak dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.“Semoga pendidikan saya mengambil ilmu hukum lancar dan bermanfaat bagi orang lain,” katanya.

Belajar di Tengah Jejak Sejarah

Ada pemandangan lain yang menarik perhatian di lingkungan pendidikan tersebut.Di kawasan gedung masih berdiri sebuah papan nama yang menyimpan jejak sejarah pendidikan pemasyarakatan di Indonesia.Pada papan tersebut tertulis “Departemen Kehakiman RI – Akademi Ilmu Pemasyarakatan”, lengkap dengan keterangan Keppres Nomor 270 Tahun 1964 tanggal 24 Oktober 1964.

Papan nama lama itu menjadi pengingat perjalanan panjang dunia pendidikan pemasyarakatan di Indonesia.Kini, lingkungan tersebut telah menjadi bagian dari kawasan yang terus berkembang.

Namun, jejak sejarah yang masih tersisa seolah mempertemukan dua generasi pendidikan: perjalanan masa lalu dengan semangat belajar generasi masa kini.Di tempat yang menyimpan sejarah itulah Ghoni melanjutkan langkahnya.

Bukan sekadar kembali duduk di bangku kuliah, tetapi juga membawa pesan sederhana bahwa belajar tidak mengenal usia.Sebab pada akhirnya, ilmu bukan hanya tentang seberapa tinggi pendidikan yang ditempuh, tetapi tentang seberapa besar pengetahuan tersebut dapat memberi manfaat bagi kehidupan dan sesama.

 

 

YD

0 Komen